Recents in Beach

I Nyoman Suarya, Guru Seni dan Penata Rias Penuh Prestasi

Penulis: Ria. M

Lampung - KabarTokoh.com - I Nyoman Suarya atau yang lebih dikenal Arya sejak awal selalu antusias mengejar cita-citanya. Sambil menjalani hobi dan menjalankan rutinitas kesehariannya, Arya juga total dalam menjalani karir yang pernah ia geluti.

Usai tamat SMA,  Arya melanjutkan kuliah di Bali jurusan Sendratasik. Ini adalah langkah pertamanya menekuni dunia seni tari. Meski awalnya tak dapat restu dari orang tua, namun kini deretan prestasi akhirnya mampu mencairkan restu orang tua yang sebelumnya membuku. Sejak mampu mengukirkan prestasi, orang tuanya-lah yang paling mendukung penuh.

Selain belajar menari, merias adalah hal wajib yang harus dikuasai oleh pelaku seni. Di pendidikan Sendratasik ada mata kuliah khusus tata rias dan panggung. Setelah menjalani dengan sungguh-sungguh, tata rias yang dipakainya seringkali diapresiasi banyak pihak. Bahkan tata panggung yang ia geluti membawanya menjadi juara 1 Koreografer Terbaik & Garapan Terbaik Liga Tari Provinsi Lampung. Arya banyak menyerap ilmu seni tari selama di Bali. Guna memperdalam ilmunya, ketika pulang ke tanah kelahirannya di Lampung, ia melanjutkan kuliahnya di bidang yang sama.
Selama kuliah di Lampung, Arya mulai merangkap peran menjadi penyiar radio di Ramayana FM Kota Metro. Meski berat membagi waktu antara kuliah dengan jam kerja, tapi Arya tetap menjalaninya dengan tekun dan senang hati. Selama menjalani profes sebagai penyiar radio, Arya sering berinteraksi dengan banyak orang yang menyenangkan. Selain hobi, menjadi penyiar radio adalah kegiatan positif untuk mengisi masa kuliah. "Music is my life," tuturnya.

Dengan dukungan orang terdekatnya, Arya mampu menyelesaikan kuliah sembari menjadi penyiar radio dalam kurun waktu 3 tahun, yaitu sejak 2009-2012. Setelah merasa cukup, Arya memilih untuk mengundurkan diri karena harus mengamalkan ilmu dan menwujudkan cita-citanya menjadi pendidik seni budaya.

Tahun berganti, tepat pada 2013 Arya mulai mengajar di SMPN 1 Seputih Mataram dan SMK Pangudi Luhur, Rejosari Mataram Kecamatan Seputih Mataram, Lampung Tengah. Pengalaman jadi guru memang tak mudah. Tetapi menurut Arya, segala sesuatu yang ia tekuni harus dijalani dengan hati. Senang susah adalah bagian yang harus dilalui dengan baik.

"Guru wajib memberi hal yang mereka tidak tahu menjadi tahu, terlebih membuat mereka mendapat pengalaman baru." Kata itu nampaknya tak sekedar menjadi ucapan semata. Terbukti, nama I Nyoman Suarya tak hanya dikenal berprestasi, tapi juga berhasil membawa anak didiknya unjuk kepiawaian menari tradisional nusantara di beberapa pementasan tari. Begitulah ungkap Arya yang menceritakan pengalaman yang membanggakan baginya.

Kelelahannya terbayar ketika ia mendapat kepercayaan dari sekolah seni khusus mengelola sanggar yang diberi nama "Sanggar Budaya" di SMK Pangudi Luhur. Prestasinya yang memukau mendatangkan banyak tawaran untuk membuka sekolah seni secara umum. Namun belum lengkapnya sarana dan prasarana umum masih menjadi sebab tertundanya keinginan untuk merealisasikan.

Di Sanggar Budaya, Arya dibantu murid yang sudah dianggapnya mahir mendampingi anak didiknya. Pengalaman haru dan menyenangkan selama itu adalah dapat melihat peserta didiknya sukses mengharumkan nama sekolah saat beberapa kali tampil di pagelaran seni tari tingkat subrayon sampai  nasional, di antaranya menjadi wakil di ajang Festival Seni Siswa Nasional (Fls2n) Seni Tari SMK tahun 2017 tingkat provinsi, perwakilan dari Kabupaten Lampung Tengah di ajang Fls2n SMP seni tari tingkat Provinsi Lampung, Pagelaran Tari semi Internasional Festival Kesenian Provinsi Bali 2018, dan baru-baru ini berhasil menjuarai di posisi 3 Fls2n SMA Seni Tari tingkat Kabupaten Lampung Tengah 2018.


Banyak prestasi yang diukir oleh Arya dan anak didiknya. Caranya mengajar membuat anak didiknya selalu bahagia dan tidak berada dalam tekanan. Itulah yang membuat Arya dikenal sebagai guru yang supel dengan muridnya. Bagi para anak didiknya, Arya merupakan guru, ayah, kakak, dan juga teman. Hal itu tampak jelas terlihat dari beberapa unggahan foto di akun facebook miliknya, Bli Nyoman Suarya yang menunjukkan keakrabannya dengan murid-muridnya.



Arya tak sekedar mengajar. Pengalaman belajar tara rias ketika kuliah di Bali masih terus ia terapkan dengan menerima panggilan sebagai penata rias calon pengantin Bali, pengantin Bali, dan acara-acara seni terkait lainnya. Beragam bentuk apresiasi kepuasan hampir selalu terlontar dari para pengguna jasa riasnya. Meski bukan untuk disombongkan, namun Arya menjadikan apresiasi pengguna jasanya sebagai pemicunya untuk selalu memberikan yang terbaik.

Meski total menjalani hobi sekaligus karirnya, namun Arya tetap berusaha menjadi pasangan yang terbaik untuk isterinya. Beberapa kali ia mengunggah di media sosial foto dan tulisan singkat yang menggambarkan keharnonisan keluarga kecilnya. Saat dimintai keterangan tentang dirinya, Arya hanya menjawab, "Saya simple (mudah) dan tak mau membuat semua jadi rumit."

Ia berharap penuh agar doa-doa yang dipanjatkan akan segera dikabulkan Tuhan, termasuk salah satu resolusinya untuk tahun 2019 mendatang, yaitu lebih maju, lebih baik membawa anak bangsa ke tingkat tertinggi. (RM)


Posting Komentar

0 Komentar