Mengenal Seorang Sokat Rachman, Pantas Jika Sukses Raih Sederet Penghargaan!


KabarTokoh.com- Penulis bernama Sokat Rachman (45) mulai tertarik dengan dunia kepenulisan sejak diajak temannya yang juga seorang penulis. Dalam perjalanannya, Sokat memutuskan untuk ikut bergabung dalam sebuah komunitas menulis sekitar tiga bulan lamanya. Ketertarikan menulis skenario berawal dari kesukaannya menonton film. Sebagai penulis, Sokat tentu punya keinginan agar setiap karyanya dapat dinikmati dan menghibur para penontonnya.

Sejak memantapkan diri menjadi penulis, Sokat sadar bahwa dirinya kerap berkejaran dengan waktu. Jika batas waktu setor tulisan semakin dekat biasanya Sokat bisa menghabiskan waktunya seharian penuh di depan layar komputer untuk mengumpulkan ide-ide segar sejak pagi hingga petang. Jika penat sudah mulai mampir, biasanya Sokat mulai mengalihkan perhatiannya pada hobi yang kerap ia jalani di saat senggang, seperti memotret, memelihara ikan,  atau berolah raga. 

Selalu Haus Ilmu


Semasa menjajaki dunia kepenulisan, Sokat merasa pengetahuannya di bidang kepenulisan skenario masih minim. Tekadnya untuk belajar lalu ia kejar dengan memantapkan langkah untuk menimba ilmu di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta selama satu tahun.


Belajar membuatnya mulai tahu banyak hal akan dunia kepenulisan skenario. Berguru pada yang ahli di bidangnya membuat ia tahu bagaimana menulis dengan baik. Selain belajar di kelas, Sokat juga senang membaca tips-tips menulis dari berbagai sumber. Oleh karena itu, melalui perbincangan singkat whatsapp ia mengajak para muda-mudi untuk tekun menimba ilmu.

"Untuk penulis baru, mari, saya ajak tuk terus belajar. Karena sampai saat ini saya juga masih membaca tips-tips kepenulisan dari buku yang sengaja saya beli. Tujuannya agar kita tidak nyaman dengan kemampuan kita dan mau terus meng-upgrade-nya (meningkatkan diri) agar terus lebih baik."

Sebagai penulis tentu banyak tantangan yang kerap menghadang. Meski demikian, laki-laki penyuka warna hitam ini tak lantas patah semangat. Penolakan atas karya yang ia torehkan rasanya tak membuatnya kapok untuk terus menulis karena baginya berjuang adalah kunci. Kalau sudah menghadapi banyak penolakan, Sokat sigap mengeluarkan jurus jitunya untuk memotivasi dirinya sendiri.

"Kalau ada penolakan, saya hanya berpikir, bukan ceritanya yang jelek, tapi tidak sesuai dengan taste (selera) orang yang menilai. Sebab kadang orang itu belum terbiasa dan masih ragu, jadi kadang saya tidak mempermasalahkan itu," tegasnya.

Sokat Writing Group (SWG)


Menjadi penulis di era digital membuat para penulis lebih mudah menjalin komunikasi. Sokat mengakui dirinya aktif di berbagai grup whatsapp yang berkaitan dengan profesinya itu. Entah berapa banyak grup whatsapp yang berada di ponsel Sokat. Tak jarang ia harus mencermati satu per satu grup berharap tak ada hal penting yang terlewat.


Tampaknya jalinan komunikasi antar penulis di grup whatsapp dirasa efektif oleh Sokat. Oleh karenanya penulis berzodiak Leo ini juga mengelola grup menulis yang ia namai "SWG". Nama SWG ia pilih sebagai penanda bahwa grup SWG adalah grup khusus binaannya yang berarti Sokat Writing Group.

Sokat menjelasakan bahwa SWG adalah program belajar menulis skenario gratis untuk para penulis pemula. Dalam grup menulis Sokat Writing Group, para anggota yang tergabung di dalamnya dituntut untuk berlatih menulis dari awal. Tampaknya tak hanya pom bensin yang selalu mulai dari nol, bagi Sokat menulis juga harus dimulai dari nol. Tujuannya adalah agar para penulis pemula bisa menulis dengan baik sesuai aturan yang ada. Sokat berharap kedepan bahwa penulis pemula didikannya mampu memberikan tontonan yang menarik, bergizi, dan tidak membodohi penonton.

Tim Menulis

Profesi penulis adalah salah satu pekerjaan yang diimpikan kalangan milenial saat ini. Pekerjaan menulis dianggap bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun tanpa harus datang dan setor muka ke kantor. Penulis bisa menuntaskan pekerjaannya dimanapun ia suka. Seperti kondisi sekarang misalnya, istilah work from home (WFH) yang tiba-tiba menjadi sebuah keharusan. Bagi penulis seperti Sokat istilah WFH tentu tak menjadi soal.

Meski tak berkantor, Sokat tetap saja harus meluangkan waktunya untuk mengikuti rapat yang seringkali bersifat dadakan. Dalam kondisi normal, para penulis seperti Sokat biasanya wajib bertemu muka dengan para tim penulis, produser, atau bahkan sutradara untuk membahas ide dan alur cerita ke depan.

"Kalau ada program stripping (tayang harian), penulis tergantung kebutuhan. Biasa dikerjakan di rumah masing-masing, walau ada juga saatnya bertemu untuk brainstorming (pengumpulan dan pemahaman ide bersama)."

Tantangan terbesar dalam menulis cerita panjang (stripping) adalah memunculkan ide yang selalu baru. Oleh karena itulah guna menjaga kekuatan cerita, biasanya dalam satu program acara akan digawangi dua hingga empat penulis tergantung pada kebutuhan programnya.

Mengakhiri perbincangan dengan kabartokoh.com, Ayah dari 3 anak tersebut memberikan ilustrasi tentang alur kerjanya selama ini. Selama menulis sinetron komedi (sitkom) Tukang Ojek Pengkolan biasanya Sokat menulis bersama 4 temannya, sementara itu untuk judul Sinetron Para Pencari Tuhan jilid 13 Sokat menulis bersama 3 orang penulis, dan Romantika di Rusun 2 orang penulis.

"Timnya tetap tapi jika diperlukan anggota baru minimal sudah bisa menulis dan cepat," tutupnya. (RM)


Profil

Nama Asli: Saokat
Nama pena: Sokat Rachman
Tempat tanggal lahir: Jakarta, 18 Agustus 1975
Agama: Islam
Warna favorit: Hitam karena tidak silau
E-mail: sokat.rachman75@gmail.com
Facebook : Sokat.Rachman
Blog: www.sokatwritesstories.blogspot.com
www.sokatandlife.com
Twitter : @sokat_rachman

Pendidikan:
• STIBA Nusa Mandiri, Jakarta (2012 - 2016) program studi Sastra Inggris;
• ABA Bina Sarana Informatika, Jakarta (2012 – 2015) program studi Bahasa Inggris;
• SMAN 96 Jakarta (1991 – 1994).

Pendidikan lain:
• Workshop Menggagas & Melejitkan Buku Anak - Ikapi (2012).
• Workshop Writer For Trainer Benny Rhamdani, Jakarta (2011);
• Workshop Editor - Mizan, Bandung (2011);
• Workshop Menulis Novel Anak Benny Rhamdany (2011);
• Workshop Menulis Cerpen Naning Pranoto (2010);
• Workshop Menulis Sitcoms ANP Films, Jakarta (2006-2010);
• Kursus Sinematografi dan Penulisan Skenario Film Cerita di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta (2006 -2007);
• Workshop Kepenulisan Fiksi FLP (2004);
• Kursus Komputer di LB LIA (2001);
• Kursus Jurnalistik (1998);

Keorganisasian:
• Aktif di organisasi kepenulisan Forum Lingkar Pena (FLP) DKI Jakarta sejak 2002;
• Aktif di Forum Penulis Bacaan Anak 2004. 

Pengalaman kerja:
• 2007 Dwi Sapta Advertising – Penulis lepas untuk komik Domi & Friends, ikon produk susu dari Indomilk;
• 2010 – 2013 - Penulis skenario, cerpen, buku anak, dan trainer kepenulisan;
• 2013 – 2015 – PT Karya Sahabat Global – Head Creative;
• 2006 - sekarang ANP Films – penulis skenario;
• 2015 – sekarang – freelance writer, script writer, and blogger.

Editor:
1. Ini Karyaku! (Antologi, Yayasan Mutiara Indonesia, Jakarta, 2012)

Trainer:
1. Workshop Menulis di SMAN 86 Jakarta (2011);
2. Workshop Menulis di Ponpes Al-Islah Bondowoso (2011);
3. Workshop Menulis di Menulisyuk.com (2012);
4. Trainer Menulis IPEBI (Ikatan Pegawai Bank Indonesia) – (2012);
5. Trainer Menulis anak panti asuhan se-Jakarta Pusat (Yayasan Mutiara Indonesia Kak Seto) – (2012);
6. Trainer Menulis tetap dalam kegiatan intern FLP Jakarta;
7. Trainer Menulis Skenario WinnerClass (2012);
8. Trainer Menulis Blog Happy Santren Mandiri – Pelangi Mizan (2012);
9. Trainer/Juri Konferensi Penulis Cilik Indonesia – Mizan & Kemendiknas (2012);
10. Pelatihan Menulis 500 anak Dhuafa – Riska (2013);
11. Juri pada Konferensi Penulis Cilik Indonesia – Mizan & Kemendikbud (2013);
12. Workshop Menulis di SDN Taman Sari 01 pagi, Jakarta Barat (2014);
13. Workshop Menulis di SDS Fajar Sion, Jakarta Barat (2014);
14. Workshop Menulis di SDN Keagungan 03 pagi, Jakarta Barat (2014);
15. Workshop Menulis di SDN Gunung Sahari 01 pagi, Jakarta Barat (2014);
16. Workshop Menulis di SDN Jelambar 06 pagi, Jakarta Barat (2014);
17. Workshop Menulis di SDS Syalom, Tanah Sereal, Jakarta Barat (2014);
18. Workshop Menulis di Panti Asuhan Winmar, Limbangan, Garut, Jawa Barat (2014);
19. Workshop Menulis untuk Pendidik PAUD, Garut, Jawa Barat (2014);
20. Assessor UKK SMK Bhakti Anindya, Tangerang (2015 & 2016);
21. Assessor UKK SMK 34 Jakarta (2015);22. Assessor UKK SMK Tri Karya Jakarta Selatan (2016).

Penghargaan:
• Cerpen anak – Ronin Pemain Violin (Pemenang harapan lomba dongeng Bobo, 2006);
• Sitcoms – The Coffee Bean Show (Trans TV – nominasi panasonic award 2009);
• Sitcoms – Cagur Naik Bajaj (Anteve – nominasi sinetron komedi terpuji Festival Film Bandung 2009);
• Sitcoms – Lajang (Anteve – nominasi sinetron komedi terpuji Festival Film Bandung 2009).
• Sitcoms – Tukang Ojek Pengkolan (TOP) - ( RCTI – nominasi Panasonic Award 2016 dan Sinetron paling banyak ditonton – survei Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) - 2016)
• Sinetron - Aku Bukan Ustadz (ABU) – Penerima penghargaan “Sinetron Serial Religi 2018” dari Lembaga Sensor Film (LSF).
• Nominator – Penulis Skenario Terpuji FTV – Festival Film Bandung (FFB) 2019 – FTV SIWI “PRASANGKA” - SCTV
• Sinetron – Para Pencari Tuhan jilid 12 – Penerima penghargaan “Sinetron Drama seri Terbaik 2019” – versi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)

Buku:
1. Kupu-kupu Kering (cerpen anak, MU:3 Books, Jakarta, 2005);
2. Kupu-kupu dan Tambuli (Sastra Senja DKJ, Jakarta, 2006);
3. Suparman Pulang Kampung (Antologi Kasih FLP, LPPH, Jakarta, 2007);
4. Kaos Kaki Koki Komi (Antologi dongeng anak, Human Books, Jakarta, 2010);
5. Minmie, Menghias Kue Ulang Tahun (Picbook anak, DAR! Mizan, Bandung 2012).

Cerpen:
1. Kue-kue Eka (Bobo, 19 Agustus 2004);
2. Nilai (Kawanku, 13-19 September 2004);
3. Lagi-lagi Buku (Bobo, 17 Februari 2005);
4. Nomer Impian (Kawanku, 18-24 April 2005);
5. Pak Kendar (Kawanku, 11-17 Juli 2005);
6. Akhir Kesombongan Melati (Bobo, 14 Juli 2005);
7. Jemu (Annida, 16-31 Juli 2005);
8. Panji Lumut Raja Perampok (Bobo, 4 Agustus 2005);
9. Keinginan Mei Hwa (Bobo, 11 Agustus 2005);
10. Bila Sama Tak Beda (Kawanku, 14-20 November 2005);
11. Payung-payung Centil (Kreatif, Edisi No. 5 / th 2006);
12. Sepatu Kets Putih (Girls, Maret/ 2006);
13. Hari yang Indah (Girls, April/ 2006);
14. Hilangnya Uang Milik Devi (Girls, Mei/ 2006);
15. Inner Beauty (Girls, Juli/ 2006);
16. Cowok Ngetop (Kawanku, 3-9 Juli 2006);
17. Iri Bukan Benci (Kawanku, 21-27 Agustus 2006);
18. Ronin Pemain Violin (Pemenang harapan lomba dongeng Bobo, 2006);
19. Cermin Penunjuk Sifat Buruk (Bobo, 22 Februari 2007);
20. Putri Pantai (Girls, Februari 2007);
21. Pesta yang Batal (Girls, Mei 2007);
22. Rahasia Veni (Kawanku, 9-15 April 2007);
23. Rumah Dunia (Bravo, 18 Juli-18 Agustus 2007);
24. Bukan Rekayasa (Kawanku, 17-24 September 2007);
25. Surat Kaleng (Bravo, 2008);
26. Obat Buat Nenek Inez (Bobo, 6 Maret 2008);
27. Di Balik Lumpur Bakau (GIRLS No.08/Th.IV, 2009);
28. Riang Hati Monika (Bobo Nomor 35/XXXIX/8 Desember 2011);
29. Pesta Sate (Bobo No. 52/tahun XXXIX/5 April 2012);
30. Merebut Garis Batas (Bobo No. 01/ tahun XL/ 12 April 2012);
31. Gambar Anto (Bobo No. 02/ tahun XL/ 19 April 2012).

Artikel:
1. Misteri Masalah BBM (Sigma, No. 1/ Agustus 2008);
2. Kutub Utara daratan Tanpa Tanah (Sigma, No. 1/ Agustus 2008).

Komik:
1. DOMI Indomilk (Bobo, X-Kid, Fantasy, 2008);
2. Pramuka (Kementerian Pemuda dan Olahraga - 2011)
3. Komik dan Motion comic Besfren (Bestfren.com)

Sitcoms:
1. Series “Siaga 1” (versi segmen/ Trans 7);
2. Series “Tawa Sutra” dan “Tawa Sutra XL” (ANTEVE);
3. Series “The Coffee Bean Show” (Trans TV);
4. Series “Camera CafĂ©” (Metro TV);
5. Series “Cagur Naik Bajaj” (Anteve);
6. Series “Lajang” (Anteve);
7. Series “Kejar Tayang” (Trans TV);
8. Series “KOMI Kubuku Kubuka” (TPI);
9. Series “Bukan Abdel Temon Biasa” (Global TV);
10. Series “Sudah Biasa” (TPI);
11. Sketsa Puasa Ramadhan 1431 H (TPI);
12. Kultum Ramadhan 1431 H, Demi Masa (Trans TV);
13. Kultum Ramadhan 1432 H, Alkisah (Trans TV);
14. Series “Raj’s Family” (Trans 7);
15. Series “Kampung Hawa” (Trans 7);
16. Series Kontrakan Tiga Pintu – KTP (Trans TV);
17. Series “Stasiun Cinta” (Trans TV);
18. Series “Tukang Ojek Pengkolan” – TOP (RCTI);
19. Series “AKU BUKAN USTADZ” (RCTI);
20. FTV Sinema Wajah Indonesia “PRASANGKA” – CITRA SINEMA (SCTV);
21. FTV Sinema Wajah Indonesia “Aku, Santri & Bidadari” – CITRA SINEMA (SCTV);
22. Series “Romantika di Rusun” – RdR - MNC Pictures (MNCTV);
23. Series “Dunia Terbalik” – DT – MNC Pictures (RCTI).

Animation:
1. Pramuka Siaga (Kementerian Pemuda dan Olahraga - 2011);
2. Kiko (RCTI).
3. Comic motion
4. Serial Bestfren – Karya Sahabat Global (Youtube)

Posting Komentar untuk "Mengenal Seorang Sokat Rachman, Pantas Jika Sukses Raih Sederet Penghargaan!"